Penting! 5 Perbedaan Oli Transmisi Dan Oli Gardan

Perbedaan Oli Transmisi Dan Oli Gardan – Sepintas terlihat sama, tapi sebenarnya perbedaan oli transmisi dan oli gardan cukup terlihat jelas. Perbedaan kedua jenis oli ini mencakup tempat pemakaian dan juga cara kerja, bahkan tempo periode penggantian oli. Supaya tidak sulit membedakan lagi, simak perbedaan kedua oli tersebut dalam pembahasan di bawah:

5 Perbedaan Oli Transmisi Dan Oli Gardan

1. Tempat Pemakaian

Dari aspek penempatan penggunaan saja, kedua jenis oli ini memiliki perbedaan. Oli transmisi dibagi menjadi dua jenis, oli untuk mobil manual dan mobil otomatis. Digunakan pada bagian gear percepatan dan komponen mesin yang lain.

Sementara itu, oli gardan dipakai untuk melumasi bagian khusus gardan. Bagian gardan adalah bagian yang khusus mengatur perputaran poros roda kiri dan kanan. Contoh komponen gardan meliputi side gear, drive pinion dan spider gear shaft.

2. Cara Kerja dan Fungsi

Selanjutnya, perbedaan oli transmisi dan oli gardan mencakup soal cara kerja dan juga fungsi. Oli gardan diolesi di bagian komponen gardan, maka oli ini memiliki fungsi untuk melumasi putaran roda axel agar dapat berbelok dengan baik. Ban mobil juga akan terjaga tetap stabil jika ada di medan datar.

Baca juga : Oli Yang Bagus Untuk Nmax

Untuk oli transmisi sendiri memiliki fungsi untuk menjaga komponen transmisi dalam keadaan licin berpelumas. Pada bagian mesin transmisi, banyak komponen mesin yang saling bergesekan ketika mobil dijalankan. Tugas dari oli transmisi adalah menjaga kualitas seluruh komponen tersebut meskipun sering bergesekan satu sama lain.

3. Spesifikasi Oli

Pada hal spesifikasi oli, sebenarnya itu tergantung pada mobil masing masing. Buku panduan manual mobil memiliki informasi lengkap mengenai hal tersebut. Oli tidak dapat ditukar atau diganti dengan oli jenis lain karena hal tersebut malah bisa menyebabkan mesin menjadi panas dan rusak.

Untuk mobil penggerak belakang seperti model FR lazimnya menggunakan oli transmisi SAE 90  atau 140 dengan API GL 5. Namun, secara umum oli transmisi maupun gardan sama penggunaannya untuk oli mesin. Sedangkan untuk mobil otomatis, harus menggunakan oli transmisi jenis ATF. Tidak boleh diganti atau ditukar, terlebih dengan oli gardan.

4. Takaran Pakai

Masuk pada poin takaran pakai, tentu ada perbedaan mencolok di oli jenis transmisi maupun oli gardan. Dikarenakan jenis komponen yang berbeda, maka beda pula takaran pakainya. Kekurangan takaran dapat membuat komponen menjadi panas dan tidak mau berfungsi. Sedangkan kelebihan takaran malah dapat membuat komponen terlalu licin dan terjadi pembakaran yang berlebihan.

Baca juga : Oli Samping Terbaik Untuk RX King

Oli transmisi umumnya hanya menggunakan takaran sekitar 1 – 1,2 liter oli. Oli gardan sendiri memiliki takaran lebih banyak, yaitu 2 liter. Namun, ada hal yang perlu digaris bawahi, ukuran 2 liter bukanlah sebuah patokan paten. Takaran yang paten tetap kembali bergantung pada jenis mobil masing – masing.

5. Periode Pergantian

Poin terakhir adalah perbedaan pergantian. Setiap oli ada masa pakainya masing masing untuk setiap komponen. Oli yang sudah mencapai masa pakai harus diganti yang baru agar mesin tetap awet terawat. Apabila tidak diganti, siap siap mesin akan mengalami kerusakan yang merambat ke komponen lain. Untuk itu oli perlu rutin diganti.

Rata-rata penggantian oli adalah setelah hitungan 40.000 km. Namun, beberapa mobil jenis matic yang mengganti oli transmisi pada interval 80.000 km. Ada juga oli transmisi yang diganti setiap interval 30.000 km-40.000 km. Sedangkan oli gardan biasanya diganti setelah mencapai interval 40.000-50.000 km, tergantung jenis oli masing masing.

Dari penjelasan di atas, terlihat jelas bukan perbedaan oli transmisi dan oli gardan? Meskipun kedua oli ini terlihat sama pada garis besarnya, namun dibalik itu ada banyak perbedaan yang tidak boleh diabaikan. Dikarenakan pengabaian perbedaan malah akan membawa mesin pada kerusakan.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.